You Are My Destiny (part 5)
oleh Elisabeth-Cecilia Dyah-Ayu Cintami-Wisnugroho pada 13 Juli 2012 pukul 20:15 ·
Udah berapa taon ni cerbung nggak gw post terusannya sampe jamuran. Wkwkwk.
Oh ya buat yg mau baca jgn lupa baca part 4 nya kalo perlu dari part 1 ya.
Enjoy!
Hari ini Lizzy malas pergi ke kampus. Ia masih takut karena kejadian semalam. Ia merasa bodoh karena tidak berpikir lebih panjang mengenai keikutsertaannya dalam pengeroyokan gengnya kepada Bisma. Namun Ilham yang saat itu melihat Lizzy masih duduk di atas ranjangnya langsung menghampirinya,
'Hey Liz! Kok masih di kamar aja sih?' tanya Ilham,
'Ah, nggak pa-pa.' jawab Lizzy dengan santai,
'Kok nggak ke kampus?'
'Males Ham.'
'Ih gimana sih lo! Bukannya lo sendiri yang pengen kuliah?'
'Tapi setelah kejadian semalem gue jadi takut Ham.'
'Pasti Bisma itu orang yang lo suka.'
'Hust!!! Ngaco lo! Amit-amit gue suka sama dia! Lo tau kan selama ini gue nyamar?'
'Halah! Paling dia nggak sadar. Tapi sayang lho kalo lo nggak kuliah. Lo kan pake beasiswa. Ntar kalo beasiswa lo dicabut gimana?'
'Oh iya juga Ham. Gue masuknya aja udah susah payah gini yak?'
'Ya udah berangkat! Gue anterin ya!'
'Sip!' lalu Ilham mengantar Lizzy ke kampusnya.
Sesampainya di kampus, Lizzy langsung masuk ke kelasnya. Untung saja dia belum terlambat. Tetapi ketika Ilham beranjak pergi, tiba-tiba Dicky datang menghampirinya karena ia merasa mengenal Ilham.
'Eh lo! Ilham ya?' Kata Dicky tiba-tiba,
'Ehm, menurut lo?' tanya Ilham membalik,
'Iya! Lo Ilham!' Dicky meyakinkan diri, 'Lo kuliah disini Ham?'
'Nggak.' jawab Ilham singkat,
'Terus ngapain lo kesini?'
'Ngan-nganterin... Nganterin sodara gue Dik. Wah, lo kuliah disini ya?'
'Oh... Hahaha. Iya. Gimana kabar lo bro? Kangen nih gue.'
'Baik kok. Gue juga kangen sama lo.'
'Eh, lo tau kabarnya Lizzy nggak? Denger-denger dia ilang.'
'Wah, gue juga nggak tau tuh Dik.'
'Padahal waktu SMA dulu biasanya kita mesti ngumpul bertiga. Sekarang nggak ada Lizzy beda deh.'
'Hahaha. Iya Dik.' Ilham sedikit tertawa karena di dalam hatinya ia berkata, 'Orang gue barusan nganterin Lizzy.'
'Kangen deh gue. Eh, By the way ada lho junior gue yang mirip-mirip gitu sama Lizzy tapi cupu banget. Namanya Lili. Sumpah deh mirip banget. Persis!'
'Oh gitu. Ehm, gue balik dulu ya.'
'Eh! Ntar dulu! Disini lo tinggal dimana Ham? Gue pengen dong maen.'
'Ehm, cuma di rumah kontrakan Dik.'
'Dimana?'
'Ehm, ntaran aja ya soalnya gue buru-buru.'
'Oh, ya udah deh. Padahal mumpung bisa ketemu.'
'Haha. Sori ya bro!'
'Oke deh.'
Ilham pun pergi. Ia harus bekerja. Sebenarnya Ilham bekerja sebagai pramuniaga di sebuah toko buku setiap hari dari pukul sembilan pagi hingga pukul dua siang.
Sementara itu Lizzy yang sedang mengikuti kuliah pun masih memikirkan kejadian yang ia alami semalam. Ia merasa bahwa hari ini akan ada yang membongkar rahasianya. Bagaimanapun Lizzy tetap tidak ingin identitas aslinya terbongkar, karena ia tidak ingin pulang dan bertemu orang tuanya dan rahasianya sebagai anggota gengster terungkap.
Hari ini Lizzy sangat berhati-hati dalam setiap langkahnya ketika berjalan di kampus. Karena bisa saja Bisma dan kawan-kawan akan menemukannya. Namun ketika ia berjalan, tiba-tiba 'BRUKKK!!!' ia menabrak seseorang.
'Ma-maaf! Gue bu-bukan orang lo cari Bis!' kata Lizzy spontan,
'Lili? Ada apa? Gue Morgan.' ternyata Lizzy menabrak Morgan,
'Morgan. Ma-maaf, gue nggak tau.'
'Ada apa lo ini sampe bawa-bawa nama Bisma?'
'Oh, nggak kok.'
'Ya udah, hati-hati aja.'
'I-iya Gan.'
Ternyata Sandra dan Bisma melihat Lizzy dari kejauhan. Namun mereka belum ingin melaksanakan aksi untuk membongkar rahasianya karena belum ada bukti yang kuat untuk hal tersebut.
'Kapan nih kita jadiin heboh si Lilin itu?' tanya Sandra ke Bisma,
'Secepatnya. Lo tunggu aja San!'
'Oke, gue percaya sama lo!'
'Sip.'
Lizzy selalu waspada dan berhati-hati dalam setiap langkahnya. Ia benar-benar takut. Pikirannya tak pernah lepas dari terbongkarnya penyamarannya.
Namun ternyata Bisma selalu mengikuti langkah Lizzy secara diam-diam hingga sampai rumah.
'Yes! Sekarang gue tau dimana rumah si Lili. Mampus lo! Gue bakal bikin semua rahasia lo terbongkar.' gumam Bisma lalu pergi. Ia berencana untuk kembali lagi nanti malam.
Ketika Lizzy masuk ke kamarnya, tiba-tiba...
'Eh Liz!' terdengar suara,
'Ya ampun! Nggak! Gue bukan orang yang lo cari Bis!' tiba-tiba Lizzy menjerit,
'Eh! Ini gue Ilham. Kenapa sih lo? Heran deh.' ternyata suara itu berasal dari Ilham,
'Aduh, sori Ham. Tapi gue kan udah cerita sama lo kalo hari ini gue parno.'
'Ya maaf dong. Eh! Dicky tuh mahasiswa Nusantara College juga ya?'
'Iya. Kenapa?'
'Wah! Berarti lo udah tau dong.'
'Ya iyalah. Busuk banget dia!'
'Kenapa?'
'Dia itu temennya si Bisma sama Sandra dan dia tuh selalu ikut ngerjain gue.'
'Bagus dong!'
'Hah? Bagus? Lo tuh apa-apaan sih?'
'Ya, maksud gue penyamaran lo itu berhasil.'
'Tapi nggak bakalan lama.'
'Lho? Kok gitu?'
'Lo lupa Ham? Kejadian semalem! Woy bangun woy!' kata Lizzy sambil sedikit menjerit,
'Iya-iya. Tapi gue rasa si Bisma itu nggak sadar.'
'Ih! Dari tadi lo ngomongnya gitu terus deh. Useless banget oke?'
'Yah oke gue ngalah deh.'
'Gue lanjutin ya Ham. Dengan adanya Dicky. Semuanya tambah parah. Gue yakin!' sambung Lizzy,
'Lo lupa? Dicky kan sahabat kita. Sahabat gue sama lo.'
'Tapi dia itu pasti bilang sama ortu gue. Apalagi dia busuk banget sekarang.'
'Liz. Inget! Dia sahabat kita. Walaupun dia sekarang sama Bisma dan kawan-kawan. Tapi kalo dia udah tau lo pasti dia bakalan balik halauan.'
'Ya. Gue cuma bisa bilang amin.'
'Ampun deh lo. Lo lupa sama janji kita bertiga dulu waktu lulusan?'
'Ya nggak lah! Yang berjanji tidak akan pernah tercerai berai itu kan? Ah udah deh! Gue mau istirahat dulu. Cape banget badan, pikiran sama ati gue.'
'Lah itu inget! Ya udah deh, lo istirahat dulu aja. Tapi janagan lupa ntar malem kita harus ke markas.'
'Oke, oke.' lalu Lizzy beristirahat.
Malam harinya, seperti biasa Lizzy dan Ilham pergi ke markas. Namun perasaan Lizzy kali ini sangatlah tidak enak. Dia ketakutan sekali malam ini. Ketakutan yang sama dalam sepanjang hari.
Ternyata ketakutan Lizzy itu memanglah benar karena ternyata Bisma mengikutinya secara diam-diam. Bahkan Bisma membawa kamera untuk membuat barang bukti penyamaran Lizzy. Ia merekam dan mengambil gambar secara diam-diam.
'Mampus lo Lilin! Besok ketahuan siapa lo sebenernya!' gumam Bisma.
Tanpa sengaja, Bisma menginjak ekor kucing yang sedang tertidur di belakangnya.
'MIAWWW!!!' kucing itu menjerit,
'Aduh mampus gue! Harus cepetan kabur nih.' lalu Bisma bergegas pergi.
Ternyata Rey mendengar jeritan kucing dari dalam markas,
'Eh, ada apaan tuh?' tanya Rey,
'Kucing bos.' jawab Lizzy,
'Kayaknya ada penyusup.' sahut Ilham,
'Ehm, coba gue lihat dulu.' kata Rey lalu ia menuju ke depan markas.
Sesampainya di depan markas, Rey tidak melihat seorangpun, lalu ia masuk lagi ke dalam.
'Nggak ada siapa-siapa tuh!' kata Rey,
'Masak bos? Kok perasaan gue nggak enak.' sahut Lizzy.
'Nggak ada siapa-siapa kok. Udah deh tenang aja.' kata Rey. Namun perasaan Lizzy tetap saja tidak enak.
Aduh... Apa yg bakalan terjadi nih?
Tinggalin jejaknya ya!
Like + comment!
Komentar
Posting Komentar