Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

MENGAPA WARGA NEGARA SINGAPURA CEPAT KAYA?

SINGAPURA, KOMPAS.com — Pada survei yang dilakukan oleh Barclays Bank, yang dirilis pekan lalu, terungkap bahwa kekayaan warga Singapura meningkat paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Sebagaimana dikutip dari Forbes, Selasa (9/7/2013), survei tersebut dilakukan dengan melibatkan perseorangan dengan kekayaan individu minimal 1,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 15 miliar. Jumlah responden yang terlibat dalam survei ini mencapai 2.000 orang yang tersebar di seluruh dunia. Hasil yang paling menonjol dari survei itu adalah kekayaan warga Singapura naik paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Rata-rata orang Singapura hanya butuh waktu 10 tahun untuk menjadi orang dengan kekayaan setidaknya Rp 15 miliar. Meskipun krisis keuangan melanda berbagai negara di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, hal itu tak banyak memengaruhi laju kenaikan kekayaan orang Singapura, yang dalam hal ini naik hingga 50 persen. Kenaikan tersebut juga erat hubungannya denga...

INVESTASI SKEMA PONZI

A Prasetyantoko Apa beda praktik penipuan investasi emas yang kita alami baru-baru ini dengan investasi skema ponzi model Bernard Madoff di AS? Prinsipnya sama saja, berawal dari sikap aji mumpung yang bertemu mental ingin cepat kaya atau greedy. Dari sisi penawaran dan permintaan, ini sudah cukup menciptakan penyimpangan perilaku investasi, baik sederhana maupun canggih. Kasus penipuan investasi emas yang melibatkan Raihan Jewellery dan Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) menyita perhatian publik karena menyeret nama-nama besar. Kasus ini menambah panjang daftar penipuan berkedok investasi di Indonesia. Beberapa tahun lalu, muncul kasus PT Qurnia Subur Alam Raya (PT QSAR), G Cosmos, Voucher Key, dan lain-lain. Tak boleh dilupakan kasus Antaboga, disusul bail out Bank Century. Sebenarnya, penipuan mereka tergolong primitif. Memanfaatkan kekosongan regulasi dan pemahaman investor. Justru yang merisaukan, jika hal seprimitif itu pun lolos dari pengamatan regulator, bagaimana dengan ”...

Three Things I’ve Learned From Warren Buffett

I’m looking forward to sharing posts from time to time about things I’ve learned in my career at Microsoft and the Gates Foundation. (I also post frequently on my blog.) Last month, I went to Omaha for the annual Berkshire Hathaway shareholders meeting. It’s always a lot of fun, and not just because of the ping-pong matches and the newspaper-throwing contest I have with Warren Buffett. It’s also fun because I get to learn from Warren and gain insight into how he thinks. Here are three things I’ve learned from Warren over the years: 1. It’s not just about investing. The first thing people learn from Warren, of course, is how to think about investing. That’s natural, given his amazing track record. Unfortunately, that’s where a lot of people stop, and they miss out on the fact that he has a whole framework for business thinking that is very powerful. For example, he talks about looking for a company’s moat—its competitive advantage—and whether the moat is shrinking or growing. He say...