Sisa Ciumanmu di Bibirnya

oleh Mario P. Manalu pada 12 Juni 2012 pukul 6:24 · Cuplikan dari "Cinta Tak Pernah Mati" (1) Saya tak pernah menyesal memilih jalan hidup sebagai aktivis reformasi. Tapi sungguh kusesali, jatuh cinta pada anak penguasa. Ketika jeruji besi sel tahanan merengkut kebebasanku sebagai manusia, nama besar ayahmu tak sedikitpun bisa meniupkan angin sepoi ke dalam ruangku yang sesak. (2) Kutahu dari sesama tahanan Politik, gilang gemilang pesona kekuasaan telah menyilaukan mata hati ayahmu. Kau dijadikan jembatan lobi-lobi politik. Namun, hatiku sedikit lega saat kau tuturkan bahwa ada benih cinta pada lelaki yang terpaksa menikahimu itu. Kukirimi doa siang malam pada Sang Khalik agara kau menemukan kebahagiaanmu. Bukankah sebuah ironi jika kita berdua sama-sama menderita? (3) Silau matahari pertama menusuk tepat rona mataku pada hari pertama menghirup udara kebebasan. Segera kucari nama dan alamatmu tuk mengetahui pasti adakah riak gembira dalam alunan suaramu saat kita bersua. Akhirnya aku menemukan nisan bertuliskan namamu. (4) Segera kusadari saya hanya mewarisi penggalan kecil masa lalumu. Tahun-tahunku di balik jeruji besi menjadi the mising links dalam rangkaian rengkaman kisa lalumu. Segera kuusahakan mengakrapkan diri dengan mantan suamimu. Sekedar tuk mengetahui bagaimana kau melalui tahun-tahun terakhir dan atas dasar apa malaikat maut tega mejemputmu begitu dini, begitu tergesa. (5) Suara bariton nan berat dari suamimu mengisi hari-hariku saat dia bernostalgia saat bersamamu. Saya selalu menjadi pendengar yang setia. Tanpa rasa cemburu karna rasionalitas penjara telah membunuh segala perasaan naif dalam diriku. (6) Suatu senja, saat tak ada lagi kisah yang hendak dirangkai suamimu, entah kenapa kuingin dan sungguh kuingin mencium bibirmu. Tapi yang kutemukan adalah bibir suamimu dan kucoba mengecupnya, berharap dapat menemukan sisa ciumanmu di sana. Sungguh aku bahagia karna bertabur ciuman kau tinggalkan, pertanda kau bahagia berhasamanya. Di Ringkas dari Cerpen Kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KASIH IBU SEPANJANG MASA

ONLY ME WHO DID IT?