Refleksi November - Antara Merindukan Udara Segar dan Air Hujan
Asap, dimana-mana
Asap (smokes) telah membuat seluruh nusantara terkepung embun putih tapi kali ini berpasir dan
sangat kotor dan menggangu dan bisa menimbulkan penyakit izpa,
Oktober kali ini bahkan hingga tulisan ini dimuat, membuat masyarakat sontak kaget,
mengapa terus terjadi pembakaran hutan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dibelahan negara lain seperti China, Australia dan Brazil.
Permintaan akan hujan pun ramai dibincangkan di berbagai sosmed, bahkan hampir menjadi has tag di twitter dan status di bbm dan broadcast. Selama Sebulan Penuh kompas.com pun menjulukinnya sebagai sebuah tragedi.
Kepulan asap telah merengkut nyawa bahkan mata pencaharian, tak hanya itu saya waktu itu ketika masih di Ambon - Sepanjang Pantai Liang dan Malteng, tampak Pulau Haruku terlihat tidak jelas sekilas jika melihat dari daerah Waai, biasanya Pulau itu bisa terlihat tapi karena terjadi kebakaran di halmahera utara, daerah Sorkam dst kepulan asap sampai di Maluku juga dan sekitarnya.
Jengkelnya lagi Saudara kita di Aceh menambah Asap yang ada dengan membakar beberapa Gereja dan tidak tahu diri seolah itu adalah perbuatan mulia dan heroik.
Kita rindu hujan, rindu udara segar, rindu alam nanhijau, rindu kerukunan, pikiran yang jernih dan tenang di bumi kita sendiri, Indonesia
Ini bukan fenomena, Ini Musibah, Ini reminder untuk kita supaya kita menjaga pola hidup kita terhadap alam yang indah ini. Turut menjaga keseimbangan alam wajib hukumnya. Semoga tragedi asap ini bisa membuat kita terus berbenah.
Salam Hangat, #rudybonopurba
Asap (smokes) telah membuat seluruh nusantara terkepung embun putih tapi kali ini berpasir dan
sangat kotor dan menggangu dan bisa menimbulkan penyakit izpa,
Oktober kali ini bahkan hingga tulisan ini dimuat, membuat masyarakat sontak kaget,
mengapa terus terjadi pembakaran hutan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dibelahan negara lain seperti China, Australia dan Brazil.
Permintaan akan hujan pun ramai dibincangkan di berbagai sosmed, bahkan hampir menjadi has tag di twitter dan status di bbm dan broadcast. Selama Sebulan Penuh kompas.com pun menjulukinnya sebagai sebuah tragedi.
Kepulan asap telah merengkut nyawa bahkan mata pencaharian, tak hanya itu saya waktu itu ketika masih di Ambon - Sepanjang Pantai Liang dan Malteng, tampak Pulau Haruku terlihat tidak jelas sekilas jika melihat dari daerah Waai, biasanya Pulau itu bisa terlihat tapi karena terjadi kebakaran di halmahera utara, daerah Sorkam dst kepulan asap sampai di Maluku juga dan sekitarnya.
Jengkelnya lagi Saudara kita di Aceh menambah Asap yang ada dengan membakar beberapa Gereja dan tidak tahu diri seolah itu adalah perbuatan mulia dan heroik.
Kita rindu hujan, rindu udara segar, rindu alam nanhijau, rindu kerukunan, pikiran yang jernih dan tenang di bumi kita sendiri, Indonesia
Ini bukan fenomena, Ini Musibah, Ini reminder untuk kita supaya kita menjaga pola hidup kita terhadap alam yang indah ini. Turut menjaga keseimbangan alam wajib hukumnya. Semoga tragedi asap ini bisa membuat kita terus berbenah.
Salam Hangat, #rudybonopurba

make sure you are connected and add comments !
BalasHapus